Ketergantungan Pada Pasangan
BUCIN: Ketika Ketergantungan pada Pasangan Melewati Batas
Sejak era digital menjadi ranah yang mendunia, banyak sekali istilah baru atau slang yang dibuat dan digunakan oleh kaum gen muda. Bucin, singkatan dari "Budak Cinta," adalah istilah yang merujuk pada seseorang yang terlalu tergantung pada pasangannya dengan cara yang berlebihan dan tak sehat. Fenomena ini sering kali mencakup kecenderungan untuk mengesampingkan kebutuhan diri sendiri, mengorbankan kepentingan pribadi, dan bahkan mengabaikan batas-batas individu demi memenuhi keinginan pasangan. Ketergantungan pada pasangan dengan istilah bucin dapat menjadi perhatian serius dalam konteks hubungan, karena dapat mengarah pada ketidakseimbangan kekuasaan, kehilangan identitas pribadi, dan bahkan kerugian emosional yang mendalam.
Menurut psikolog, Sigmund Freud, bucin adalah ketika seseorang mengidealisasikan orang lain secara sadar atau tidak. Orang yang bucin sering tidak bisa melihat pasangannya secara logis dan menganggapnya sebagai sosok yang sempurna. Orang yang bucin juga akan menuruti segala keinginan pasangannya tanpa mempertimbangkan dirinya sendiri.
Ketergantungan pada pasangan dapat terjadi ketika seseorang mengandalkan pasangan mereka secara emosional, fisik, atau finansial. Ketergantungan ini bisa menjadi masalah jika seseorang kehilangan kemampuan untuk mandiri dan menjaga keseimbangan dalam hubungan mereka.
Ketergantungan emosional adalah jenis ketergantungan yang paling umum terjadi dalam hubungan. Ini terjadi ketika seseorang sangat bergantung pada pasangan mereka untuk kebahagiaan dan kesejahteraan emosional mereka. Mereka mungkin merasa tidak aman atau tidak berdaya tanpa kehadiran atau persetujuan pasangan mereka. Ketergantungan emosional yang berlebihan dapat menyebabkan hubungan yang tidak sehat, di mana seseorang kehilangan identitas pribadi mereka dan mengorbankan kebutuhan dan keinginan mereka demi pasangan.
Ketergantungan fisik terjadi ketika seseorang bergantung pada pasangan mereka untuk kebutuhan fisik, seperti perawatan pribadi atau keterampilan hidup sehari-hari. Contohnya, seseorang yang tergantung secara fisik mungkin tidak mampu memasak sendiri, membersihkan rumah, atau menjaga kesehatan mereka tanpa bantuan pasangan. Ketergantungan fisik yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam pembagian tanggung jawab dan memberikan beban yang tidak sehat pada pasangan.
Ketergantungan finansial terjadi ketika seseorang sepenuhnya bergantung pada pasangan mereka untuk keuangan mereka. Mereka mungkin tidak memiliki sumber pendapatan sendiri atau keahlian keuangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Ketergantungan finansial yang berlebihan dapat menciptakan ketergantungan yang tidak sehat dan membuat seseorang merasa terjebak dalam hubungan yang tidak memenuhi kebutuhan mereka.
Untuk menjaga hubungan yang sehat, penting bagi setiap individu dalam pasangan untuk mempertahankan kemandirian dan menjaga keseimbangan dalam ketergantungan mereka. Ini berarti mengembangkan keahlian pribadi, menjaga kehidupan sosial dan kepentingan pribadi yang terpisah dari pasangan, serta membagi tanggung jawab dalam hubungan secara adil. Jika seseorang merasa terjebak dalam ketergantungan yang tidak sehat, penting untuk mencari dukungan profesional, seperti konseling atau terapi, untuk membantu mengatasi masalah tersebut.
Referensi :
Halodoc.com oleh dr. Rizal Fadli (2022)

Komentar
Posting Komentar