Reward System Dalam Ketergantungan


Dampak Ketergantungan pada Reward System: Implikasi Psikologis dan Sosial



Pengertian Reward System

Reward system adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memberikan penghargaan atau hadiah kepada individu atau kelompok sebagai bentuk pengakuan atas pencapaian atau perilaku yang diinginkan. Sistem ini didesain untuk memotivasi orang-orang agar melakukan tindakan atau mencapai tujuan tertentu dengan memberikan imbalan positif. Reward system umumnya digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam pendidikan, bisnis, organisasi, dan lingkungan sosial. Tujuan dari reward system adalah untuk meningkatkan motivasi, memperkuat perilaku yang diinginkan, dan memperbaiki kinerja individu atau kelompok.


Bentuk-bentuk reward yang diberikan dapat bervariasi tergantung pada konteksnya. Contohnya dalam konteks pendidikan, reward system bisa berupa pujian verbal, poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah, atau pengakuan publik atas prestasi siswa. Di lingkungan kerja, reward system bisa berupa bonus finansial, promosi jabatan, sertifikat penghargaan, atau kesempatan pelatihan dan pengembangan karir. Reward system juga dapat digunakan dalam rangka mendorong perilaku yang diinginkan dalam lingkungan sosial. Contohnya dalam program peningkatan lingkungan, orang-orang yang aktif dalam pengelolaan sampah atau konservasi sumber daya alam dapat diberikan insentif seperti diskon di toko atau pengakuan khusus dari komunitas.


Keterkaitan Reward System dengan Ketergantungan 

Reward system memiliki kaitan yang erat dengan ketergantungan seseorang karena perilaku ketergantungan seringkali terkait dengan dorongan untuk mendapatkan reward atau hadiah tertentu. Ketika seseorang mengembangkan ketergantungan terhadap suatu zat atau aktivitas tertentu, mekanisme reward system dalam otak dapat berperan penting.


Dalam otak, terdapat sistem reward yang terlibat dalam pengaturan emosi, motivasi, dan perilaku manusia. Ketika seseorang terlibat dalam perilaku yang memberikan pengalaman menyenangkan atau hadiah, sistem reward akan merespons dengan melepaskan zat kimia seperti dopamin. Dopamin adalah neurotransmitter yang terkait dengan perasaan senang dan kepuasan.


Dalam kasus ketergantungan, penggunaan zat atau aktivitas tertentu yang memicu pelepasan dopamin dalam jumlah besar dapat menciptakan sensasi kesenangan yang intens. Hal ini dapat memperkuat perilaku dan memicu dorongan kuat untuk terus mengulangi perilaku tersebut untuk mendapatkan reward yang sama.


Seiring waktu, dengan pengulangan perilaku yang terkait dengan ketergantungan, sistem reward di otak dapat mengalami perubahan. Seseorang dapat mengembangkan toleransi terhadap zat atau aktivitas yang menyebabkan pelepasan dopamin, sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi untuk mencapai efek yang sama. Selain itu, terjadi perubahan pada sirkuit otak yang terkait dengan penghargaan, motivasi, dan kendali impuls, yang dapat menyebabkan hilangnya kendali terhadap perilaku ketergantungan.


Dampak Negatif secara Psikologis dan Sosial

Ketergantungan terhadap reward system eksternal dapat memberikan dampak yang cukup signifikan yang terbagi dalam dampak psikologi dan sosial

  1. Dampak Psikologis

  1. Kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan: Ketika seseorang terbiasa dengan penerimaan reward yang konsisten, mereka dapat mengembangkan harapan yang tidak realistis tentang apa yang mereka layak terima. Ketika reward yang diharapkan tidak terpenuhi, hal ini dapat menyebabkan kekecewaan, frustrasi, atau bahkan depresi.

  2. Pengurangan motivasi intrinsik: Jika seseorang terlalu tergantung pada reward eksternal, motivasi intrinsik mereka untuk melakukan tugas atau mencapai tujuan dapat menurun. Mereka mungkin kehilangan minat pada tugas itu sendiri dan hanya fokus pada hadiah eksternal. Ini dapat mengurangi kreativitas dan inisiatif individu.

  3. Ketidakmampuan untuk mengatasi kegagalan: Ketergantungan pada sistem reward dapat membuat seseorang tidak terbiasa dengan kegagalan. Jika seseorang hanya terbiasa dengan penerimaan reward dan tidak diajarkan untuk menghadapi kegagalan, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan dan ketidakberhasilan di masa depan.


2. Dampak Sosial

  1. Kerusakan hubungan interpersonal: Ketergantungan yang berlebihan pada reward eksternal dapat menyebabkan seseorang lebih fokus pada penerimaan reward daripada membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam membentuk hubungan yang berarti dan dapat mengganggu komunikasi dan kerjasama.

  2. Meningkatnya persaingan yang tidak sehat: Jika reward diberikan secara kompetitif, individu cenderung bersaing satu sama lain untuk memperoleh reward tersebut. Hal ini dapat menciptakan atmosfer persaingan yang tidak sehat di antara individu atau kelompok, yang pada gilirannya dapat merusak kolaborasi dan kerja tim.

  3. Pengaruh yang merugikan pada etika kerja: Ketergantungan yang berlebihan pada reward eksternal dapat mempengaruhi etika kerja seseorang. Ketika reward menjadi tujuan utama, individu mungkin cenderung mengabaikan prinsip-prinsip etika dan melakukan tindakan yang tidak bermoral atau tidak profesional untuk memperoleh hadiah.

Dalam upaya pemulihan dari ketergantungan, penting untuk memahami peran reward system ini. Pendekatan yang melibatkan penggunaan reward system secara positif dapat membantu menggantikan perilaku ketergantungan dengan perilaku yang sehat dan mendukung. Misalnya, reward system dapat digunakan dalam terapi perilaku kognitif untuk memberikan penghargaan kepada individu yang berhasil mencapai target pemulihan atau mencapai tingkat pencapaian tertentu dalam mengatasi ketergantungan.


Penting untuk merancang reward system dengan cermat agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Reward yang diberikan haruslah relevan dan bernilai bagi individu yang menerimanya. Selain itu, reward system juga perlu adil dan transparan agar tidak menimbulkan ketidakpuasan atau persaingan yang tidak sehat. 



Referensi: 


Hellosehat.com oleh dr. Carla Pramudita Susanto


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Ketergantungan?

Menghadapi dan Menyembuhkan Luka-luka Masa Kecil

Cara Atasi Rasa Malas