Pengaruh Media Sosial dan Perilaku Online

Mengungkap Rahasia: Psychological Hacks dan Pengaruh Media Sosial pada Perilaku Online



Dalam era digital saat ini, media sosial telah mengambil peran yang signifikan dalam kehidupan kita. Lebih dari sekadar platform untuk berkomunikasi dan berbagi informasi, media sosial memiliki dampak psikologis yang kuat pada perilaku online kita. Berbagai teknik dan strategi yang dikenal sebagai "psychological hacks" digunakan oleh platform media sosial untuk mempengaruhi pola pikir dan tindakan penggunanya. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap beberapa psychological hacks yang sering digunakan oleh media sosial dan dampaknya terhadap perilaku online kita.


1. Penggunaan Notifikasi

Salah satu psychological hacks yang paling umum digunakan oleh media sosial adalah penggunaan notifikasi. Ketika Anda menerima notifikasi, otak Anda melepaskan hormon dopamin yang memberikan perasaan senang dan kepuasan. Platform media sosial menggunakan notifikasi ini untuk membuat kita terus kembali ke platform tersebut, meningkatkan waktu yang kita habiskan di sana. Hasilnya, kita menjadi kecanduan media sosial dan menghabiskan waktu yang berlebihan secara online.


2. Prinsip Ketidakpastian

Media sosial menggunakan prinsip ketidakpastian untuk mempertahankan minat kita. Misalnya, dengan menampilkan jumlah 'like' atau 'share' yang tidak langsung, platform-media sosial menciptakan antisipasi dan keinginan untuk melihat berapa banyak respons yang kita terima. Hal ini meningkatkan keinginan kita untuk terus memperbarui dan memeriksa platform secara berulang-ulang, menciptakan siklus ketergantungan yang sulit dihentikan.


3. Filter Bubble

Media sosial sering menggunakan algoritma yang disesuaikan secara individual untuk menyaring dan menampilkan konten yang relevan dengan preferensi kita. Hal ini menciptakan apa yang disebut sebagai "filter bubble" di mana kita hanya terpapar pada sudut pandang dan informasi yang sesuai dengan kepercayaan dan minat kita sendiri. Meskipun tampaknya menyenangkan untuk melihat konten yang kita sukai, ini dapat menyebabkan pembatasan pemahaman dan perspektif yang seimbang, serta memperkuat paham yang sudah ada.


4. Meningkatkan Dampak Emosional

Media sosial juga berusaha meningkatkan dampak emosional melalui berbagai cara. Mereka menggunakan gambar dan kata-kata yang kuat, video yang mengharukan, dan konten yang provokatif untuk memicu respons emosional yang kuat dari pengguna. Dengan meningkatkan tingkat emosi, media sosial menciptakan keterlibatan yang lebih tinggi dan mempengaruhi perilaku online kita, seperti berbagi, mengomentari, dan merespons konten secara berlebihan.


5. Pemberian Reward

Media sosial sering menggunakan fitur seperti penghargaan virtual, tingkat prestasi, dan status tertentu untuk memberikan reward kepada pengguna. Reward ini, meskipun bersifat virtual, memberikan kepuasan psikologis dan kebanggaan kepada pengguna. Pengguna kemudian merasa terdorong untuk terus berpartisipasi dan memenuhi target tertentu, menciptakan kecanduan dan ketergantungan yang lebih dalam terhadap media sosial.



Pengaruh media sosial dan perilaku online kita tidak dapat dipisahkan dari psychological hacks yang digunakan oleh platform-media sosial. Notifikasi, prinsip ketidakpastian, filter bubble, peningkatan dampak emosional, dan pemberian reward adalah beberapa contoh psychological hacks yang secara aktif digunakan untuk mempengaruhi perilaku dan interaksi kita di dunia digital. Penting bagi kita untuk menyadari pengaruh ini dan mengambil langkah-langkah yang bijaksana untuk mengontrol penggunaan media sosial agar tidak terjebak dalam pola perilaku yang tidak sehat.



Referensi :


Journal of Psychological Research On Cyberspace, Cyberpsychology Vol.17 No.02. 2023. Masaryk University Press. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Ketergantungan?

Menghadapi dan Menyembuhkan Luka-luka Masa Kecil

Cara Atasi Rasa Malas