Setting Boundaries and Contact


Kunci untuk Closure dan Pertumbuhan Pribadi



Dalam perjalanan kehidupan, tidak jarang kita menghadapi penutupan hubungan, baik itu hubungan romantis, pertemanan dekat, atau hubungan keluarga. Proses penutupan hubungan dapat menjadi momen yang penuh tantangan dan emosional, namun merupakan langkah penting dalam mencapai kesehatan emosional dan pertumbuhan pribadi. Salah satu aspek kunci dalam menghadapi penutupan hubungan adalah mengatur batasan dan kontak dengan mantan pasangan atau orang yang terlibat dalam hubungan tersebut. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi pentingnya mengatur batasan dan kontak dalam proses penutupan hubungan dari perspektif psikologi.


1. Mengapa Setting Batasan dan Kontak Penting dalam Penutupan Hubungan?

a. Menjaga Kesehatan Emosional: Mengatur batasan dan kontak membantu melindungi diri kita dari penderitaan emosional yang berkepanjangan dan memungkinkan kita untuk fokus pada pemulihan.

b. Membantu dalam Proses Penyesuaian: Batasan yang jelas memungkinkan kita untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru tanpa kehadiran mantan pasangan atau orang terkait.

c. Memfasilitasi Pertumbuhan Pribadi: Dengan mengatur batasan yang tepat, kita dapat memfokuskan energi kita pada pertumbuhan pribadi dan membangun kembali identitas kita yang mungkin terpengaruh oleh hubungan sebelumnya.


2. Menentukan Batasan yang Sehat

a. Refleksi Diri: Evaluasi perasaan, kebutuhan, dan tujuan pribadi kita untuk membantu menentukan batasan yang paling sesuai.

b. Komunikasi Terbuka: Diskusikan harapan dan batasan dengan mantan pasangan atau orang terkait secara jujur dan terbuka.

c. Menghindari Temptasi: Hindari godaan untuk mencari tahu tentang kehidupan mantan pasangan melalui media sosial atau informasi dari orang lain yang dapat memicu emosi negatif.


3. Mengatur Kontak yang Tepat

a. Jarak Fisik: Memiliki jarak fisik yang cukup untuk memperoleh ruang dan waktu yang diperlukan untuk pemulihan.

b. Batasan Komunikasi: Menentukan jenis dan frekuensi kontak yang paling sesuai untuk meminimalkan konflik dan kesulitan emosional.

c. Menghindari Ketergantungan Emosional: Mengurangi kontak yang bisa memperkuat ketergantungan emosional yang tidak sehat.


4. Mendukung Diri Sendiri dalam Proses Penutupan Hubungan

a. Membangun Jaringan Dukungan: Mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional untuk membantu melewati masa-masa sulit.

b. Mengelola Emosi: Mengasah keterampilan pengelolaan emosi seperti meditasi, jurnalisme, atau olahraga untuk membantu mengatasi kesedihan dan kekecewaan.

c. Mengalihkan Perhatian: Menemukan kegiatan baru, minat, atau proyek yang memberikan rasa pencapaian dan membantu memfokuskan pikiran pada hal-hal positif.



Mengatur batasan dan kontak yang tepat dalam penutupan hubungan merupakan langkah penting dalam mencapai closure atau penutupan yang sehat secara psikologis. Dengan menjaga kesehatan emosional, memfasilitasi pertumbuhan pribadi, dan memperoleh dukungan yang tepat, kita dapat menghadapi proses penutupan hubungan dengan lebih baik. Menghadapi penutupan hubungan dengan bijak dan memberikan diri kita waktu dan ruang untuk memulihkan diri akan membuka pintu bagi kesempatan baru dan kesejahteraan emosional di masa depan.



Referensi : 


Borelli, J. L., Rasmussen, H. F., Burkhart, M. L., Sbarra, D. A., & Ruiz, S. K. (2015). "Transitions in young adulthood and the relationship between breakup and symptoms of depression and anxiety." Emerging Adulthood, 3(6), 403-411.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Ketergantungan?

Menghadapi dan Menyembuhkan Luka-luka Masa Kecil

Cara Atasi Rasa Malas