Adakah jaminan orang yang telah menyesal telah melakukan perselingkuhan tak akan kembali berselingkuh ?


Menguji Jaminan: Apakah Orang yang Telah Menyesal Akan Melakukan Perselingkuhan Lagi?



Perselingkuhan adalah tindakan yang melibatkan pengkhianatan dan pelanggaran terhadap kepercayaan dalam suatu hubungan. Bagi pasangan yang pernah mengalami perselingkuhan, pemulihan dan membangun kepercayaan kembali bisa menjadi proses yang sulit dan rumit. Orang yang telah menyesal atas perselingkuhan yang mereka lakukan mungkin memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Namun, apakah jaminan semacam itu dapat dipercaya? Artikel ini akan mengeksplorasi isu ini lebih lanjut.


I. Penyebab Perselingkuhan

Sebelum membahas apakah orang yang telah menyesal akan kembali berselingkuh, penting untuk memahami beberapa faktor yang mendorong perselingkuhan. Beberapa alasan umum termasuk ketidakpuasan dalam hubungan, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, keinginan untuk petualangan atau variasi, dan masalah komunikasi. Memahami akar penyebab perselingkuhan dapat membantu dalam mengevaluasi kemungkinan seseorang untuk kembali berselingkuh.


II. Faktor yang Mempengaruhi Kesetiaan Masa Depan

a) Penyesalan dan Pertobatan: Beberapa orang yang berselingkuh mungkin mengalami penyesalan yang mendalam dan merasa berkomitmen untuk mengubah perilaku mereka. Dalam kasus ini, mereka mungkin melakukan perubahan positif yang signifikan dalam kehidupan mereka dan menghindari perselingkuhan di masa depan. Namun, penyesalan sendiri tidak selalu menjadi jaminan yang kuat untuk keberlanjutan kesetiaan.


b) Upaya Perbaikan Hubungan: Pasangan yang terkena perselingkuhan mungkin memutuskan untuk memperbaiki hubungan mereka melalui terapi atau komunikasi yang lebih baik. Dengan mengatasi masalah yang mendasari perselingkuhan dan membangun kepercayaan kembali, peluang perselingkuhan di masa depan dapat dikurangi.


c) Perubahan Nilai dan Kematangan Emosional: Seseorang yang benar-benar ingin mengubah perilaku perselingkuhannya harus memperbaiki aspek-aspek diri mereka yang mungkin telah mempengaruhi tindakan tersebut. Perubahan nilai-nilai pribadi, kematangan emosional, dan kesadaran tentang dampak negatif perselingkuhan dapat membantu mencegah perilaku yang sama di masa depan.


III. Tantangan dalam Menjaga Kesetiaan

a) Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi: Meskipun seseorang telah menyesal atas perselingkuhan mereka, ada kemungkinan bahwa kebutuhan atau masalah yang mendasarinya tidak terpecahkan sepenuhnya. Ketika kebutuhan emosional atau fisik tidak terpenuhi dalam hubungan, orang tersebut mungkin rentan terhadap godaan untuk berselingkuh sekali lagi.


b) Kepercayaan yang Rusak: Perselingkuhan merusak kepercayaan yang mendasari dalam sebuah hubungan. Walaupun pasangan yang terkena perselingkuhan berusaha membangun kembali kepercayaan, proses tersebut bisa memakan waktu dan sulit. Keraguan dan kecemasan tentang kesetiaan seseorang bisa menjadi penghalang bagi pemulihan dan memicu kemungkinan perselingkuhan di masa depan.



Meskipun seseorang yang telah menyesal atas perselingkuhan dapat memberikan jaminan untuk tidak kembali berselingkuh, jaminan semacam itu tidak dapat dianggap sebagai jaminan mutlak. Kesetiaan dalam hubungan memerlukan upaya yang berkelanjutan, perbaikan hubungan, perubahan nilai-nilai dan perilaku, serta komunikasi yang terbuka dan jujur. Bagi pasangan yang menghadapi situasi ini, terapi pasangan atau bantuan profesional dapat membantu dalam memperbaiki hubungan dan membangun kepercayaan kembali. Penting bagi kedua pasangan untuk berkomitmen dan bekerja bersama untuk mengatasi masalah yang mendasari perselingkuhan, dengan harapan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan saling percaya di masa depan.



Referensi : 


Fincham, F. D., & May, R. W. (2017). Infidelity in romantic relationships. Current Opinion in Psychology.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Ketergantungan?

Menghadapi dan Menyembuhkan Luka-luka Masa Kecil

Cara Atasi Rasa Malas