Dampak negatif dari seseorang yang salah menafsirkan maksud dari "Duniaku" dalam kehidupan sehari-harinya


Dampak Gagal Nangkepin "Duniaku" dalam Kehidupan Sehari-hari


                                          

"Duniaku" tuh frasa yang penuh makna yang tergolong cukup dalam. Setiap orang punya pengertian unik tentang "Duniaku" yang tergantung dengan pengalaman, keyakinan, dan budaya mereka masing-masing. Sayangnya, kalo orang salah tangkep dari arti "Duniaku" di kehidupan sehari-hari, bisa-bisa dampak negatifnya  berujung ngerusakin diri sendiri dan bahkan orang lain di sekitar kita. Nah, disini kita mau bahas beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi gara-gara gagal nangkepin "Duniaku".



Hampa dan Gak Puasaan Orangnya


Kalo seseorang salah pahamin arti kata "Duniaku" yang merujuk ke hal lain dan hidupnya cuma fokus pada kepentingan diri sendiri, bisa-bisa hidupnya jadi gak seru. Yang ada munculnya perasaan nggak puas terus merasa kehilangan sesuatu yang bikin hidupnya bermakna.


Nggak Bisa Nyambung dengan Orang Lain


Kesalahan dalam nangkepin "Duniaku" juga bisa bikin kita kurang bisa nyambung dengan orang lain. Kita jadi kurang peka sama perasaan dan pengalaman mereka. Akhirnya, hubungan jadi kaku dan nggak dekat.


Gak Pekaan 


Kalo orang salah tangkep "Duniaku," dia mungkin jadi gak pekaan sampai nggak mikirin dampaknya buat orang lain dan lingkungan. Yang ada, keinginan dan kebutuhan pribadi jadi nomor satu, padahal bisa bikin kerugian dan bahaya buat orang sekitar.


Merasa Sendiri di Tengah Ramai


Efek negatif lainnya adalah kita bisa merasa sendiri, meskipun banyak orang di sekitar. Kalo kita terlalu fokus sama diri sendiri dan nggak peka sama kebutuhan orang lain, bisa-bisa kita terisolasi dan nggak punya hubungan yang bermakna. Ini nih yang paling sering terjadi di generasi anak muda sekarang. 



So, perlu disadari bahwa makna kata "Duniaku" itu haruslah merujuk ke hal yang baik dan positif dalam kehidupan sehari-hari. Karena dampak negatifnya bisa bener-bener nggak enak banget, seperti bete karena nggak nyambung komunikasinya, hidup jadi kurang seru, nggak bisa nyambung dengan orang lain, mana gak pekaan lagi orangnya, dan burujung merasa sendirian di tengah keramaian. Kita perlu belajar untuk lebih peka sama orang lain dan dunia di sekitar kita, biar hidup jadi lebih harmonis dan berarti.




Referensi : 


Twenge, Jean. 2019. Generation Z: The Decoding the Minds of Today's Teens and 20-Somethings.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Ketergantungan?

Menghadapi dan Menyembuhkan Luka-luka Masa Kecil

Cara Atasi Rasa Malas