Kehadiran teman maya (online) menjadi subjek yang terlalu mengikat untuk mindset "Duniaku"

Kehadiran Teman Online Bisa Jadi Dampak Negatif? 



Zaman sekarang, teman online atau teman maya udah jadi bagian penting dari hidup banyak orang. Internet dan media sosial memungkinkan kita berhubungan sama orang dari seluruh dunia, bisa sharing cerita, dan jalin hubungan secara online. Tapi ya, kayak rantai, kadang terlalu nempel sama dunia maya bisa berbahaya buat kesehatan pikiran dan emosi kita.


Disini kita bakal bahas gimana kehadiran teman maya bisa jadi pengikat seseorang berada di dunia yang diciptakannya, plus tantangan seperti apa yang akan muncul, serta tips buat tetep seimbang dalam interaksi online maupun offlinenya.


"Duniaku" dan Keterikatan pada Teman Online


"Duniaku" itu istilahnya kalo kita kebawa sama dunia maya kita sendiri, di mana teman online jadi pusat kehidupan kita. Emang seru sih bisa punya jejaring sosial yang luas, tapi keasyikan di dunia maya seringkali bikin kita nyaris terputus dari dunia nyata. Kita bisa jadi terlalu bergantung sama interaksi virtual dan kurang nyambung sama realita, yang akhirnya bisa bikin masalah kesehatan mental, kayak jadi cemas sosial, depresi, atau merasa kesepian.


Tantangan Kehadiran Teman Maya

Kalo gak diimbangin ini emang bakal jadi dampak yang signifikan sih bagi mereka yang terlalu terikat dengan dunia maya. 


Jauh dari Kehidupan Nyata

Konsentrasi terlalu banyak di dunia maya bikin kita samar-samar bedain antara kehidupan online dan realita. Ini bisa bikin kita bingung sama identitas kita.


Nila Diri dari Respon Online

Terlalu ngandelin pujian teman online bisa bikin kita merasa nggak berharga kalau responnya negatif atau ada kritikan.


Buang-buang Waktu

Keasyikan online bisa bikin kita ngabisin waktu berharga yang bisa dipake buat hal-hal lebih produktif atau berarti di dunia nyata.


Bully atau Sindir Online

Risiko terjerat dalam konflik online, jadi korban bully, atau masuk lingkaran debat yang bikin hati sedih dan pikiran kacau.


Tips agar tetap jaga keseimbangan antara dunia online dan dunia nyata: 

  1. Sadari prioritas, dengan tetapkan apa yang penting dalam hidup nyata, dan pastiin interaksi online nggak ganggu hal-hal lain yang lebih penting.


  1. Batasin aktivitas online, dengan kurangi main media sosial. Kalo perlu matikan notif biar nggak ganggu terus sama update online.


  1. Lebih fokus kualitas, berikan fokusmu pada hubungan yang beneran dekat sama teman online, daripada cari perhatian dari banyak orang.


  1. Terapkan mindset bahwa dunia nyata ini punya banyak aktivitas menarik, cobalah dengan cari hobi, acara, atau komunitas di dunia nyata yang seru dan bisa ketemu teman-teman baru secara langsung.


  1. Tau batasan diri, dengan mengingat bahwa orang yang dikenal secara online mungkin beda dari real life. So, jaga batas supaya nggak ketemu bahaya atau keterusan main online.



Teman online memang bisa membawa manfaat gede buat komunikasi dan sosialisasi kita. Tapi kalau terlalu keterusan dan lupa sama dunia nyata, bisa jadi istilah dari "Duniaku" memisahkan diri dari kenyataan. Jadi, jangan lupa jaga keseimbangan dalam berinteraksi online dan offline buat jaga kesehatan mental dan manfaatin hubungan maya dengan baik. Pahami tantangannya dan ikuti tips yang ada, biar kita bisa nikmatin pengalaman online yang menyenangkan dan sehat di era digital ini. Semoga membantu!




Referensi : 


Alter, Adam. 2017. Irresistible: The Rise of Addictive Technology and the Business of Keeping Us Hooked.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Ketergantungan?

Menghadapi dan Menyembuhkan Luka-luka Masa Kecil

Cara Atasi Rasa Malas